Bukit Jambul Bali

Telkomsel Kendari Baubau Rusman dkk.

Lebaran Idul Fitri 2012 di Baubau Sultra

Eureka Try Zaraz Wanty R. Laega, Aal Algebra R Laega, Algibran Zaid R. Laega.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2014

Dihadiri Kadis Dinas Sosial Transmigrasi dan Tenaga Kerja Bapak Drs. H. La ode Zulkifli dan Ibu.

Muhammad Radi, S.Pd, MM.Pd di Seoul Korea Selatan

Program Wali Kota Baubau Drs.Amirul Tamim, M.Si. Belajar Bahasa Korea dan Cia-cia di Seoul Korea Selatan

Serah Terima Jabatan Ka.SMA N 2 Baubau

Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Baubau Drs. H. Masri, M.Pd.Sekretaris, Kabid, Kasi, Kepala SMA/SMK, Korwas dan semua guru SMA N 2 Baubau, Bu Rahama, S.Pd,

Selasa, 06 Februari 2018

Juara Matematika dan Bhs Inggis SMAN 2 Baubau Universitas Brawijaya

La Ode Naufal dan Meilin Juara 1 Sultra Matematika dan Bhs Inggris

Minggu, 16 Oktober 2016

SMAN 2 BAUBAU JUARA 1 SULTRA PUTRI TENUN 2016

Annisa Siswa SMA Negeri 2 Baubau Juara 1 Putri Tenun yang di selenggarakan di SWIS BELL Hotel Kendari tanggal 13 sd 15 Oktober 2016. Anisa didampingi oleh guru seni Sitti Chadja, S.Pd dan Sarfin, S.Pd

SMAN 2 BAUBAU JUARA 1 SULTRA PUTRI TENUN 2016

Annisa Siswa SMA Negeri 2 Baubau Juara 1 Putri Tenun yang di selenggarakan di SWIS BELL Hotel Kendari tanggal 13 sd 15 Oktober 2016. Anisa didampingi oleh guru seni Sitti Chadja, S.Pd dan Sarfin, S.Pd

Senin, 03 Oktober 2016

NUPTK RADI ZARBETI ZAID


NUPTK RADI 1563742644200473
NPWP RADI 497450692816000
Nuptk beti
7239742643300023
Npwp beti 497101451816000
Nrg beti 083932056021

No. Peserta UKG : 201512322205

NUPTK : 1563742644200473

NRG 076335056166




ZARBETI ZAID
GTK IBU ZARBETI
201512525310@guruku.id
PASSWORD: 4QITK
MUHAMMAD RADI
201512322205@guruku.id
VFFRS


http://sman2baubau.blogspot.com/2016/10/nuptk-dan-npwp-radi.html

AKUN PEMBELAJARAN
muhammadradi12@admin.sma.belajar.id
eurekaradi123456

Lama :$M8B2531

Info GTK

radilaega@gmail.com

Pasword: Radilaega01*


MyASN
196412311989011034
Eurekaradi123456 




GURU SMA NEGERI 2 BAUBAU JUARA 1 OLIMPIADE KIMIA PROV SULTRA 2016

                                                                Nama              : Syamsuddin Hiymu, S.Pd, M.Pd
N I P               : 19701110 199802 1 006
Pangkat/Gol.   : Pembina Tkt. I/IV/b
Jabatan            : Wakasek Urusan Sarana Prasarana
Tugas              : Pembina Olimpiade Kimia
TTL                : Lamangga, 10Nopember  1970
                                                             Alamat           : Kel. Lamangga
Juara Olimpiade Kimia Provinsi Sulawesi Tenggara Oktober 2016 dan akan mengikuti seleksi Olimpiade Kimia Nasional di Jakarta pada bulan oktober 2016


Untuk dapat menjadi guru berprestasi, pembelajaran kepada siswa tak bisa dialpakan. menjadi guru dengan hati adalah prinsip. Rasa simpati secara tulus kepada siswa perlu diberikan. Menurutnya, pendekatan humanisme penting bagi guru. Dalam kegiatan belajar-mengajar, aktivitas fun learning perlu diciptakan, yaitu suasana belajar yang membuat siswa selalu bersemangat dalam melakukan eksplorasi intelektual. Di matanya, tak ada siswa yang nakal, bandel, atau suka mengganggu. Yang ada hanyalah siswa yang mengalami skin hunger atau yang rindu akan belaian kasih sayang, Bila guru melihat seorang siswa dianggap mengganggu, maka jangan dimarahi, dicerca, dihardik, apalagi diusir. Guru harus bersahabat dengan siswa, mencintai siswa secara utuh, dan menerima karakter mereka apa adanya. 

Baginya, kesuksesan  perlu  diperoleh melalui proses panjang yang diperkuat dengan motivasi diri secara total, bukan setengah-setengah. Aktifkan motivasi dalam diri. Banyak orang lebih mudah dimotivasi orang lain ketimbang memotivasi dirinya sendiri. Terlalu tergantung pada lingkungan untuk memotivasi tentu hal yang tidak baik. Sebab, bila tak ada orang yang memberikan motivasi, maka kita akan stagnan dan tak berdaya. Apalagi, banyak orang yang kita jumpai malah mematikan karakter dan semangat

Ia juga menekankan kepemilikan karakter untuk berprestasi yang hebat. Karakter tersebut antara lain bertekad baja, memiliki visi dalam berkarya, tekun dan tabah, selalu berpikir positif, bersemangat dan antusias, memiliki kemampuan relasi antarmanusia, bersikap kreatif, bersikap jujur, pandai berkomunikasi, dan selalu bersikap konsisten. Dalam pesannya, ia mengajak segenap warga sekolah untuk menghargai waktu. Saat semangat kerja keras dan menghargai waktu mulai langka di sekolah, marilah kita menjadi pionir dengan harapan mampu meningkatkan kualitas diri dan bangsa ini


SISWA BERPRESTASI SMAN 2 BAUBAU 2016

Prestasi Akademik/ Non Akademik
NO
NAMA SISWA
JENIS LOMBA
TINGKAT/ TH
JUARA
1
Dinda Lestari
Debat Bahsa Indonesia
Provinsi 2015
1
2
Arum Virya Jenola
Olimpiade Astronomi
Provinsi 2015
1
RPSC Astronomi
Regional 2015
1
3
Muh. Ikram Zasbita
Olimpiade Ekonomi
Olimpiade Akuntansi
Provinsi 2015
Regional Mks
1
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Wa Ode Sella Sawepan
Muh.Aldi Sidik      Abal Ghablah
La Ode Khairil Efendi
Hamdani Al Iksan
Filmayanti Mutalib
Ariyanti
Winda Sri Harianti
La Ode Naufal
Fany Olvi Andani
Muh Taufik Oktora
Olimpiade Matematika
Olimpiade Kimia
Olimpiade Astronomi
Olimpiade Kebumian
Debat Bhs Inggris
Debat Bhs Inggris
Debat Bhs Inggris
Osis Terbaik
Putra Bahteramas
Baca Puisi
Lagu Solo
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1


Profil SMA Negeri 2 Baubau Okt 2016

A.   Profil SMA Negeri 2 Baubau
Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Kota Baubau sebagai ibu kota Kabupaten Buton dan pusat Kesultanan Buton di era tahun 70-an sangat mempengaruhi ketersediaan sarana atau prasarana kebutuhan primer masyarakat, salah satu diantaranya adalah kebutuhan di bidang pendidikan ( sekolah ). Sampai dengan tahun 1970 sekolah yang ada di kota Baubau untuk tingkat tertinggi baru 1 Sekolah. Desakan kebutuhan tamatan SLTP tersebut untuk melanjutkan pendidikan ketingkatan yang lebih tinggi merupakan sebuah tantangan yang harus segera di jawab oleh masyarakat dan pemerintah.
Atas komitmen bersama antara pemerintah di kala itu masih di pimpin oleh Bupati Buton  dan masyarakat, maka dibukalah sebuah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas diberi nama SMA Negeri 2 Baubau, dibuatlah sebuah bangunan untuk tempat berlangsungnya PBM dan bangunan ini terdiri dari 15 ruang belajar, 1 ruang kepala sekolah, 1 laboratorium Fisika, 1 laboratorium Kimia, 1 ruang dewan guru, 1 ruangan gudang dan 2 WC siswa.
Pada tahun 1977 SMAN 2 Baubau menerima murid baru sebanyak 8 kelas, oleh karena bangunan ruang kelas belum rampung pembangunannya maka siswa kelas satu tersebut melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar di SMAN 1 Baubau pada tengah hari (jam 13.00 sampai 17.30) dengan tenaga pengajar sebanyak 6 orang termasuk kepala sekolah. Pada tahun 1978 penerimaan siswa baru dan semua kegiatan proses belajar mengajar baik kelas satu maupun kelas dua sudah dilakukan digedung SMAN 2 Baubau.

Dalam perjalanan panjangnya, SMAN 2 Baubau telah banyak mengalami pergantian pimpinan ( Kepala Sekolah ) dan sampai saat ini sudah berjumlah 8 orang Kepala Sekolah yang memimpin sekolah ini yaitu:

NAMA
PERIODE TUGAS
1.     H.MUHAMMAD MISBAH,BA
1979 s.d. 1981
2.    Drs. MUSA AWI
1981 s.d. 1994
3.    Hj. HINGDONG ISMAIL, BA
1994 s.d. 1997
4.    Drs. H. LA ODE MUIZU
1997s.d. 2002
5.    Drs. H. MUCHTAR DAHLAN
2002 s.d. 2008
6.    Drs. LA UDU, MM.Pd
2008 s.d. 2013
7.    Drs. H. LA ODE ZULKIFLI
2013 s.d. 2014
8.    MUHAMMAD RADI, S.Pd, MM.Pd
2014 s.d. Sekarang

Demikian pula sarana prasarana yang dimiliki, disamping bertambah jumlahnya juga terjadi peningkatan kualitas, disamping itu juga terus dibangun ruangan-ruangan penunjang seperti laboratorium IPA, bahasa dan komputer serta sarana ibadah.Dengan adanya ruangan-ruangan penunjang tersebut yang dilengkapi dengan alat-alat dan bahan praktek, maka ikut pula menambah pola pendekatan PBM yang dilaksanakan oleh para guru.
Semula Proses Belajar Mengajar (PBM) hanya dilaksanakan secara manual, dengan pendekatan metode ceramah yang dominan, sekarang sebagian besar guru telah menggunakan Laptop dan Infokus dalam melaksanakan PBM.


SMA Negeri 2 Baubau berlokasi di jalan Betoambari no. 67 Baubau kelurahan Tanganapada  kecamatan Murhum  yang terletak di depan SPBU H. Baa. Sekolah ini dibangun pada tahun 1977 di atas lahan seluas 13991 m2 dan mulai beroperasi tahun 1977 dengan nama SMA Negeri 2 Baubau . Sekolah ini sudah banyak mencetak alumni-alumni yang menduduki jabatan-jabatan penting, baik di pemerintahan, legislatif ataupun diperusahaan-perusahaan swasta.
Tahun pelajaran 2016/2017 ini SMA Negeri 2 Baubau membina sebanyak 1542 siswa yang terbagi ke dalam 41 rombongan belajar dengan masing-masing Kelas X 14 rombongan, Kelas XI 14 rombongan belajar, kelas XII 13 rombongan belajar. Setiap ruang kelas menampung rata-rata sebanyak 37 siswa.
SMA Negeri 2 Baubau kini memiliki guru sebagai tenaga pendidik dan tenaga administrasi sekolah yang cukup memadai. Jumlah guru sebanyak 83 orang dengan rincian 77 guru PNS dan 6 orang non PNS sedang jumlah tenaga asministrasi sebanyak 14 orang yang terdiri dari 7 orang PNS dan 7 orang non PNS. Jumlah guru SMA Negeri 2 Baubau dan tenaga administrasi   dapat dilihat pada Tabel 1  dan tabel II berikut.
Tabel 1 : Jumlah  Guru PNS dan Non PNS
NOMOR
PNS
NON PNS
TOTAL
LK
PR
JML
LK
PR
JML
1
1
0
1
0
0
0
1
2
21
36
57
2
4
6
63
3
16
3
19
0
0
0
19
Jumlah
38
39
77
2
4
6
83


Tabel 2 : Jumlah Tenaga Kependidikan PNS dan Non PNS

NOMOR
PNS
NON PNS
TOTAL
LK
PR
JML
LK
PR
JML
1
4
0
4
5
2
7
11
2
2
1
3
0
0
0
3
Jumlah
6
1
7
5
2
7
14

Sekolah ini memiliki sarana dan prasana laboratorium yang cukup yaitu laboratorium Fisika, Biologi, Bahasa dan Komputer. Sekolah juga memiliki 36 ruang belajar, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang wakil-wakil kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang BK, 1 gedung perpustakaan, 1 gedung mushallah, 1 ruang OSIS, 2 kamar WC guru, 9 kamar WC siswa, 2 kantin dan 1 aula mini
Prestasi guru yang diraih SMA Negeri 2 Baubau dua tahun terakhir yaitu juara II tahun 2014, juara III tahun 2015 tingkat kota Baubau Sedangkan prestasi siswa pada table III  berikut :
a.                       Prestasi Akademik/ Non Akademik
NO
NAMA SISWA
JENIS LOMBA
TINGKAT/ TH
JUARA
1
Dinda Lestari
Debat Bahsa Indonesia
Provinsi 2015
1
2
Arum Virya Jenola
Olimpiade Astronomi
Provinsi 2015
1
RPSC Astronomi
Regional 2015
1
3
Muh. Ikram Zasbita
Olimpiade Ekonomi
Olimpiade Akuntansi
Provinsi 2015
Regional Mks
1
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Wa Ode Sella Sawepan
Muh.Aldi Sidik      Abal Ghablah
La Ode Khairil Efendi
Hamdani Al Iksan
Filmayanti Mutalib
Ariyanti
Winda Sri Harianti
La Ode Naufal
Fany Olvi Andani
Muh Taufik Oktora
Olimpiade Matematika
Olimpiade Kimia
Olimpiade Astronomi
Olimpiade Kebumian
Debat Bhs Inggris
Debat Bhs Inggris
Debat Bhs Inggris
Osis Terbaik
Putra Bahteramas
Baca Puisi
Lagu Solo
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
Provinsi 2016
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1


Kinerja SMA Negeri 2 Baubau dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Standar Isi
SMA Negeri 2 Baubau telah memiliki kurikulum KTSP yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertim-bangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran. Mata pelajaran bahasa daerah Wolio dan Sejarah kerajaan Buton  adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah yang merupakan kebutuhan sosial masyarakat Kota Baubau yang mayoritas beragama Islam yang ingin melestrasikan bahasa daerah Wolio.
Kurikulum SMA Negeri 2  Baubau menggunakan 2 kurikulum yaitu kurikulum 2013 untuk kelas X dan Kurikulum 2006 untuk kelas XI dan XII.
Kurikulum 2013 terdiri dari mencakup tiga (3) komponen, yaitu: Kelompok wajib,kelompok peminatan, dan lintas minat . Mata-mata pelajaran yang diberikan di kelas X  terdiri dari Kelompok wajib A dan Wajib B ,Kelompok Peminatan: Peminatan Matematika dan sains,Peminatan Ilmu sosial,dan Peminatan Bahasa masing-masing 4 mata pelajaran. Untuk kelompok lintas minat masing-masing siswa 2 mata pelajaran ( tergantung pilihan ).
Struktur Kurikulum 2013 dan 2006 beserta alokasi waktunya secara berturut disajikan dalam Tabel: 4, 5, dan 6 sebagai berikut
Tabel 4 : Struktur Kurikulum dan beban belajar kelas X tahun 2016/2017
 No
Komponen

Kelas
Kelas  X
MIA
IIS
BHS

Kelompok A ( Wajib )




A.  1
Pendidikan Agama Dan Budi  Pekerti

3
3
3
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

2
2
2
3
Bahasa  Indonesia

4
4
4
4
Matematika   

4
4
4
5
Sejarah Indonesia

2
2
2
      6
Bahasa  nggris

2
2
2
B
Kelompok B ( Wajib )




     1
Seni Budaya

2
2
2
2
Penjas Orkes

3
3
3
3
Prakarya dan kewira usahaan

2
2
2
Jumlah Jam Wajib A dan Wajib B

24
24
24
C
Kelompok peminatan





Peminatan Matematik dan Sains





Matematika
3
-
-

Fisika
3
-
-

Biologi
3
-
-

Kimia
3
-
-

Peminatan Sosial




Geografi
-
3
-

Sejarah
-
3
-

Sosiologi & Antropologi
-
3
-

Ekonomi
-
3
-

Peminatan  Bahasa




Bahsa Dan  Sastra Indonesia
-
-
3

Bahsa Dan  Sastra Inggris
-
-
3

Bahsa Dan  Sastra Asing Lain
-
-
3

Antropologi
-
-
3

Jumlah mapel peminatan
12
12
12
D
Pelajaran lintas minat dan pendalaman




Pilihan lintas minat dan \atau pendalaman
6
6
6

Jumlah jam yang harus ditempuh per minggu
42
42
42

Tabel 5 : Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII IPA dan beban belajar Kurikulum 2006

 

Komponen

Alokasi Waktu
Kelas XI
Kelas XII
Smt 1
Smt 2
Smt 1
Smt 2
A.   Mata Pelajaran
1.     Pendidikan Agama

2
2
2
2
2.    Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
2
3.    Bahasa Indonesia
4
4
4
4
4.    Bahasa Inggris
4
4
4
4
5.    Matematika  (4)
5*
5*
5*
5*
6.    Fisika  (4)
5*
5*
5*
5*
7.    Biologi (4)
5*
5*
5*
5*
8.    Kimia (4)
5*
5*
5*
5*
9.    Sejarah
1
1
1
1
10.  Seni Budaya
2
2
2
2
11.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
2
2
2
2
12.  Teknologi Informasi dan Komunikasi
2
2
2
2
13.   Bahasa Asing lain: - Bahasa Arab
2
2
2
2
B.  Muatan Lokal
2
2
2
2
C.  Pengembangan Diri
2
2
2
2

Jumlah

43
43
43
43

Tabel 5 : Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII IPS dan beban belajar Kurikulum 2006

Komponen

Alokasi Waktu
Kelas XI
Kelas XII
Smt 1
Smt 2
Smt 1
Smt 2
A.  Mata Pelajaran
1.      Pendidikan Agama

2

     2

2

2
2.     Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
2
3.     Bahasa Indonesia
4
4
4
4
4.     Bahasa Inggris (4)
5*
5*
5*
5*
5.     Matematika
4
4
4
4
6.     Sejarah
3
3
3
3
7.     Geografi (3)
4*
4*
4*
4*
8.     Ekonomi (4)
6*
6*
6*
6*
9.     Sosiologi
3
3
3
3
10.  Seni Budaya
2
2
2
2
11.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
2
2
2
2
12.  Teknologi Informasi dan Komunikasi
2
2
2
2
14.   Bahasa Asing lain: - Bahasa Arab
2
2
2
2
B.  Muatan Lokal   
2
2
2
2
C.  Pengembangan Diri
2
2
2
2

Jumlah

43
43
43
43

Jumlah jam pelajaran perminggu rata rata  43 jam pelajaran per kelas, sehingga total jumlah jam pelajaran tatap muka sebanyak 43 jam pelajaran per rombel ´ 41 rombel =  1763 jam pelajaran perminggu.
Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti ulangan perbaikan. Pembelajaran remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran terjadual disore hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan.
Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan pribadi siswa. Program kegiatan ektra kurikuler yang disediakan diantaranya pembinaan Marching Band, kepramukaan, PMR, OSIS, LDK, karate, basket dan sepak bola, Pik KRR, Tari tradisional/Kreasi, debat Bahasa Indonesia/ Inggris dll.
Pemenuhan akan kebutuhan pengembangan pribadi siswa dilakukan dengan menyediakan layanan bimbingan dan konseling (BK). Jumlah tenaga konseling yang dimiliki berjumlah 6 yang masing-masing memiliki program rencana dan pelaksanaan layanan BK. Enam  guru BK belum sebanding dengan siswa yang berjumlah 1542 orang. Artinya setiap guru BK memberikan layanan rata-rata kepada 256 orang siswa. Dalam hal ini setidaknya sekolah masih membutuhkan tenaga konseling sebanyak 2 atau 3 orang guru BK.
2. Standar Proses
Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan.
Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT).
Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat Baubau.
Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.
Keterbatasan jumlah buku referensi yang dimiliki sekolah mengakibat-kan terbatasnya sumber belajar dari buku. Kebijakan pelarangan penjualan buku paket di sekolah Buku-buku yang disediakan sekolah paling lama bertahan satu atau dua tahun dimanfaatkan oleh siswa. Umur penggunaan buku-buku paket yang singkat sangat terkait dengan kepribadian siswa yang senang merusak atau menghilangkan buku-buku yang dipinjamkan.
Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, pengawas, kepala SMA Negeri 2 Baubau, wakil kepala sekolah dan guru senior yang berkompeten, melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Hanya saja kegiatan supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
Perolehan rata-rata nilai ujian nasional jurusan IPA tahun pelajaran 2014/2015 dan tahun 2015/2016 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 71,46 dan 65,29, Bahasa Inggris 71,62 dan 54,39, Matematika 79,89  dan 65,60. Fisika  84,52 dan 85,03. Biologi  77,74 dan 67,01. Kimia  65,13 dan 55,49. Dan untuk jurusan IPS tahun pelajaran 2014/2015 dan tahun 2015/2016 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 59,33 dan 54,63, Bahasa Inggris 66,54 dan 43,28, Matematika 40,93 dan 36,03. Ekonomi  66,73 dan 54,03. Sosiologi  68,39 dan 52,45. Geografi  55,6 dan 48,70.  Kecuali untuk mata pelajaran Fisika , dapat dikatakan bahwa hasil ini menggambarkan adanya penurunan pencapaian kompetensi siswa artinya siswa sudah memperlihatkan kemunduran  ya dalam mencapai target yang ditetapkan SKL.
Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan budaya masyarakat Buton, SMA Negeri 2 Baubau melaksanakan kegiatan pesantren kilat setiap bulan ramadhan bekerja sama dengan pondok pesantren Syaik Abdul Wahid  Bataraguru Baubau . Selain itu, sekolah membudayakan saling memberi senyum, salam, sapa, sopan, setiap bertemu, baik guru ataupun siswa.
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah guru yang mencapai 83 orang dan tenaga administrasi sekolah sebanyak 14 orang sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah. Guru yang sudah berkualifikasi minimal S2 sebanyak 24,67% sedangkan pegawai administrasi berkualifikasi S1 sebanyak 74,03 %, D3 sebanyak 0,12%
Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Baubau belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi masing-masing.
5. Standar Sarana dan Prasarana
SMA Negeri 2 Baubau  memiliki luas lahan 13991 m2 dengan jumlah
bangunan berupa gedung yang dimiliki berjumlah 22 unit yang terdiri gedung pendidikan permanen 11 unit, Gedung kantor permanen 1 unit, Gedung laboratorium permanen 6 unit, Bagunan tempat Ibadah permanen 1 unit, Gedung perpustakaan permanen 1 Unit, gedung pertemuan permanen 1 unit, Bangunan MCK siswa putri 1 Unit  .1 unit gedung berlantai dua dan 21 unit gedung berlantai satu. Penghubung antara dua gedung belum semua dilengkapi dengan ruang sirkulasi yang memudahkan untuk menjangkau setiap gedung.
Pembangunan gedung-gedung tidak tertata dengan baik yang menyebabkan hampir seluruh lahan sudah dipenuhi dengan bangunan. Hal ini terjadi karena sebagian besar gedung dibangun hanya berlantai satu.
C. RUANG
1.  Ruang Pendidikan
                a)   Ruang kelas/teori berjumlah 41 ruangan dengan rinciansebagai berikut : 14 ruang kelas X ( sepuluh), 14 ruang kelas XI ( sebelas) , 13 ruang kelas XII ( dua belas). Jumlah ruang kelas sudah memenuhi  standar yang hanya memuat maksimal 36 siswa per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing berukuran (10 ´ 9) m2.
                b)   Ruang perpustakaan terdiri dari 1 unit yang berukuran (10´15) m2.
                 c)   Ruang laboratorium IPA terdiri dari  yaitu laboratorium Fisika dan laboratorium Biologi. Masing-masing ruang berukuran (10´16) m2.
                d)   Ruang laboratorium Bahasa sebanyak satu ruang berukuran (10´9) m2.
                e)   Ruang laboratorium Komputer sebanyak satu ruang berukuran (10´16) m2.
2.  Ruang Administrasi
                a)   Ruang kepala sekolah berukuran (9´6)m2.
                b)   Ruang wakil kepala sekolah berukuran (9´6)m2.
                 c)   Ruang guru berukuran (16 ´ 9) m2. Ruangan ditempati oleh 73 orang guru.
                d)   Ruang tata usaha berukuran (9´6)m2.
                e)   Gudang berukuran (9 ´ 3) m2.
3.  Ruang Penunjang
                a)   Ruang konseling berukuran ( 9´ 8 ) m2
                b)   Ruang beribadah berupa mushallah berukuran (9 ´ 8) m2 digunakan untuk shalat Dhuhur dan kegiatan keagamaan lainnya.
                 c)   Ruang UKS berukuran (9 ´ 5) m2 digunakan sebagai tempat perawatan sementara bagi siswa atau guru yang sakit tiba-tiba di sekolah.
                d)   Ruang  organisasi kesiswaan (OSIS) berukuran (11 ´ 10) m2 digunakan sebagai markas pengurus OSIS.
                e)   Ruang pramuka berukuran (5 ´ 3) m2
                  f)   Jamban terbagi 3 yaitu jamban (WC) untuk pimpinan, guru/pegawai dan siswa. WC kepala sekolah dan guru 2 unit berukuran (2 ´ 2,5) m2, WC siswa putra sebanyak 7 unit  berukuran (10x4) m2.dan WC putri 3 buah berukuran ( 9x6 ) m2
                g)   Ruang sirkulasi sebanyak 3 buah
                h)   Ruang kantin sekolah berukurang (5 ´ 7)m2
                  i)   Ruang kantin Arifudin berukuran (4 ´ 3)m2
6. Standar Pengelolaan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMA Negeri 2 Baubau sudah disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui beberapa cara diantaranya menuliskannya ditembok dinding sekolah, dipasang di blog SMA Negeri 2 Baubauu, dan melalui persuratan.
Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) sudah disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) sudah disosialisasikan kepada warga sekolah. Sekolah sudah pernah melakukan pengisian EDS  tapi RKAS yang disusun masih mengacu pada cara lama namun sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar.
Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa.
Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis ICT program office. Sebagian data dan informasi sekolah dapat diakses melalui telepon, jardiknas Baubau ataupun blog guru.
7. Standar Pembiayaan
SMA Negeri 2 Baubau mempunyai RKAS yang disusun oleh tim yang terdiri dari  kepala sekolah, beberapa guru dan bendahara sekolah dan Komite . Penyusunan RKAS melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan.
Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN, dana Komite dan dana pemerintah provinsi Sulawesi Sulawesi Tenggara. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri.
Penyusunan rencana keuangan sekolah belum  seluruhnya dilakukan secara transparan, efisien dan akuntabel. Laporan keuangan sekolah hanya ditujukan kepada pemerintah sebagai pemberi dana.
8. Standar Penilaian Pendidikan
Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian.
Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional. Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh sebahagian guru.
Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum.
Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.