Bukit Jambul Bali

Telkomsel Kendari Baubau Rusman dkk.

Lebaran Idul Fitri 2012 di Baubau Sultra

Eureka Try Zaraz Wanty R. Laega, Aal Algebra R Laega, Algibran Zaid R. Laega.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2014

Dihadiri Kadis Dinas Sosial Transmigrasi dan Tenaga Kerja Bapak Drs. H. La ode Zulkifli dan Ibu.

Muhammad Radi, S.Pd, MM.Pd di Seoul Korea Selatan

Program Wali Kota Baubau Drs.Amirul Tamim, M.Si. Belajar Bahasa Korea dan Cia-cia di Seoul Korea Selatan

Serah Terima Jabatan Ka.SMA N 2 Baubau

Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Baubau Drs. H. Masri, M.Pd.Sekretaris, Kabid, Kasi, Kepala SMA/SMK, Korwas dan semua guru SMA N 2 Baubau, Bu Rahama, S.Pd,

Selasa, 29 Desember 2020

STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) PEMBELAJARAN TATAP MUKA MASA KENORMALAN BARU PANDEMI COVID-19 DI SMAN 2 BAUBAU 2021

 




Dasar :

  1. Surat Keputusan bersama Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri dalam Negeri Republik Indonesia  Nomor 04/KB/2020 , Nomor 737 tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020 Nomor 421-3987 tahun 2020 tentang Panduan penyelenggaran pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemic Corona Virus disease ( COVID-19)
  2. Surat Edaran gubernur Sulawesi Tenggara  nomor : 440/6342 tentang Penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di taman kanak kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) , Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah luar biasa (SLB) pada semester Genap tahun Ajaran 2020/2021  di Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara
  3. Surat Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan provnsi Sulawesi Tenggara Nomor : 421/9564/dpk /2020 tentang penyelenggaraan proses belajar mengajar (PBM) tatap di Masa Pandemi Covid-19.

A. . Pimsip

Prinsip Pembelajaran Kenormalan Baru terkait masa pandemi Covid-19 yaitu Kesehatan dan  keselamatan yang  merupakan  prioritas  utama  bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan semua warga  SMA Negeri 2 Baubau.

 

B.   Sekolah memastikan keadaan lingkungan sekolah dalam keadaan bersih dan sehat, antara lain :

    1. Sekolah menyiapkan titik tempat penurunan dan penjemputan peserta didik dengan memaksimalkan tidak terjadi penumpukan;
    2. Setiap warga sekolah/ tamu  yang memasuki area SMAN 2 Baubau wajib menggunakan Masker dan cuci tangan
    3. Di setiap depan ruang kelas dan kantor terdapat sanitasi tempat cuci tangan dengan air mengalir berserta sabun tangan (hand shoap);
    4. Menyiapkan alat pengukur suhu tubuh di meja piket ;
    5. Tim kesehatan sekolah/ guru piket wajb memeriksa suhu tubuh setiap warga sekolah /tamu  yang memasuki area sekolah, jika suhu tubuh diatas 38 derajat tidak diperkenangkan masuk di area sekolah, tim kesehatan mengantar ke puskesmas
    6. Setiap orang yang memasuki area SMAN 2 Baubau wajib menggunakan Masker
    7. Sekolah menyiapkan cadangan masker, jika terdapat peserta didik atau pendidik tidak membawa masker/masker rusak;
    8. Mengatur tempat duduk siswa di setiap kelas dengan jarak minimal 1,5 m;
    9. Menjaga kebersihan gagang pintu, kebersihan keyboard, kebersihan komputer, kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan disinfeksi setiap hari, termasuk lingkungan sekolah;
    10. Tidak membuka kantin sekolah, dan menganjurkan peserta didik untuk membawa makanan dari rumah;
    11. Meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul;
    12. Sekolah menyiapkan dukungan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan tenaga kesehatan dan bekerja sama dengan puskesmas wajo;
    13. Sekolah menyiapkan kotak sampah khusus untuk pembuangan masker bekas, dan memusnahkannya segera setiap hari;
    14. Pihak sekolah membuat jadwal pembelajaran dengan menggunakan metode tatap muka dan online pjj dengan durasi jam belajar paling lama 4 jam tanpa istrahat
    15. Sekolah menyiapkan toilet yang higenes
    16. Untuk kegiatan upacara bendera, olahraga, dan ekstrakurikuler sementara waktu di tiadakan.
    17. Peserta didik duduk sesuai nomor absen yang tertera pada meja dan tidak diperkenankan berpindah tempat duduk

 

C.   Peserta didik/ Siswa memastikan standar kesiapan dalam rangka mengikuti pembelajaran di sekolah, antara lain :

    1. Peserta didik dalam keadaan sehat, jika mempunyai penyakit seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, ageusia , kehilangan indra penciuman, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah;
    2. Sebelum berangkat sekolah untuk sarapan pagi teriebih dahulu agar kondisi badan tetap stabil;
    3. Membawa dan selalu menggunakan masker kain  tiga lapis atau masker kesehatan sekali pakai  serta hand sanitizer;
    4. Dilarang pimjam meminjam peralatan
    5. Tidak menggunakan jam tangan atau perhiasan;
    6. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah;
    7. Membawa buku, perlengkapan/alat tulis sendiri menghindari meminjam pada

 

D.   Pendidik dan Tenaga Kependidikan memastikan standar kesiapan dalam rangka mengikuti pembelajaran di sekolah, antara lain :

    1. Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam keadaan sehat, Jika jika mempunyai penyakit seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, ageusia , kehilangan indra penciuman, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah;
    2. Sebelum berangkat sekolah untuk sarapan pagi terlebih dahulu agar kondisi badan tetap stabil;
    3. Membawa dan selalu menggunakan masker kain 3 lapis serta hand sanitizer;
    4. Tidak menggunakan jam tangan atau perhiasan;
    5. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah;

 

E.   Standar operasional yang harus dijalankan peserta didik mulai keberangkatan dari rumah ke sekolah sampai dengan kembali ke rumah, antara lain :

    1. Orang tua/wali memastikan putra/putri nya berangkat dari rumah menuju ke sekolah dalam keadaan sehat;
    2. Berangkat lebih awal untuk menghindari jam sibuk dengan tetap menggunakan masker kain tiga lapis atau masker kesehatan satu kali pakai ;
    3. Transportasi yang digunakan menjamin terlaksananya standar protokol kesehatan;
    4. Hindari naik kendaraan umum yang sudah banyak penumpang, yang memiliki kendaraan pribadi disarankan berangkat ke sekolah diantar oleh orang tua/wali;
    5. Sampai di sekolah berhenti pada titik penurunan siswa dan tidak menumpuk;
    6. Dipintu gerbang sekolah peserta didik sebelum masuk ke dalam kelas diukur suhu tubuh oleh petugas kesehatan, kemudian mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir yang telah di sediakan sekolah, kemudian masuk ke dalam kelas dengan tetap menjaga jarak'.
    7. Mengikuti proses belajar di dalam kelas dengan tetap menjaga jarak kursi minimal 1,5 meter dan protokol kesehatan;
    8. Peserta didik tidak diperkenankan meminjam alat tulis/belajar sesama teman di kelas;
    9. Selesai pembelajaran, peserta didik keluar kelas dan kembali mencuci tangan pakai sabun di air mengalir;
    10. Peserta didik menuju titik penjemputan/pulang menuju ke rumah dengan kendaraan umum ataupun di jemput oleh orang tua/wali dengan tetap menjaga jarak;
    11. Sampai dirumah segera membuka sepatu sebelum masuk ke dalamrumah;
    12. Semprotkan diinfektan pada barang-barang yang dibawa;
    13. Langsung mencuci tangan dan cuci kaki pakai sabun di air mengalir;
    14. Membuka pakaian sekolah dan langsung masukkan ke tempat cucian pakaian kotor;
    15. Jangan menyentuh benda apapun sesampai dirumah;
    16. Jangan langsung beristirahat, segera mandi dengan sabun;
    17. Kembali berpakaian yang bersih dan melanjutkan aktivitas dirumah, makan, beribadah, belajar dan beristirahat.

Senin, 28 Desember 2020

SMAN 2 Baubau Gelar Lomba Tilawatil Qur’an Virtual Tingkat Sultra

 Peliput: Arianto W

BAUBAU, DURASITIMES.COM- Di tengah merebaknya pandemi Covid19, SMAN 2 Baubau yang dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan terintegritas unggul di Kota Baubau menggelar lomba Tilawatil Qur’an Tingkat Sulawesi Tenggara (Sultra) secara virtual.


  • Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd

Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sultra, kegiatan bertajuk SMAN 2 Baubau Islamic Festival Virtual 2020 tersebut dibuka pendaftarannya pada 15 sampai 21 November 2020 melalui link http://bit.ly/FORMPENDAFTARANIFESTSMADA20

Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd kepada Baubau Post, Kamis (19/11) mengungkapkan, tahap pengunggahan dan pengumpulan vidio ditetapkan pada tanggal 17 sampai 28 November 2020, di akun sosial media masing-masing (Youtube, Facebook, Instagram).

Sementara untuk tahapan penjurian dimulai pada tanggal 28 November sampai 3 Desember. Kemudian, hasilnya akan diumumkan pada 4 Desember 2020.

“Pendaftaran lomba tanggal 15 November sampai 21 November 2020 melalui link http://bit.ly/FORMPENDAFTARANIFESTSMADA20. Pengunggahan dan pengumpulan vidio pada tanggal 17 sampai 28 November 2020 melalui akun sosial media masing-masing. Penjurian tanggal 28 November sampai 3 Desember 2020, dan pengumuman tanggal 4 Desember 2020,” terang Radi.

Berikut beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh peserta lomba Tilawatil Qur’an.

Ketentuan umum yakni, peserta adalah siswa SMA Se-Sultra. Pemenang lomba terdiri juara 1,2,3,4,5, dan Sertifikat pemenang lomba ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Peserta lomba adalah perwakilan sekolah atau boleh ikut secara pribadi. Peserta wajib mengikuti ketentuan yang telah ditentukan panitia selama mengikuti kegiatan lomba, dan keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat,” tegas Radi.

Lanjut, ketentuan peserta yakni peserta mengirimkan vidio berdurasi minimal 3 menit dan maksimal 8 menit. Peserta memilih salah satu dari 4 surah yang disarankan oleh panitia, diantaranya: Q.S. As-Shaf/61 Ayat 1-3, Q.S. Al-Isra /17 Ayat 9-10, Q.S. Al-Ahzab/23 Ayat 21-22, dan Q.S. Al-Baqarah/2 Ayat 182-183.

“Peserta bisa memilih sendiri surah yang akan dibacakan. Kemudian, peserta wajib memakai seragam sekolah (putih abu-abu-red ), dan peserta maksimal memakai 2 lagu tilawah yakni Bayyati, Hijaz, Shoba, Nahawwan, Ros, Sika, Jiharka dll,” ujar Radi pula.

BACA JUGA: Ni Kadek Sindy Noviani Kembali Harumkan Nama SMAN 5 Baubau Karena Sabet Juara 1 Lomba Pidato Hari Sumpah Pemuda Yang Digelar SMAN 2

Sehubungan dengan hal itu, Muhammad Radi berharap kesediaan Bapak/Ibu Kepala Sekolah Se-Sultra agar kiranya dapat mengutus siswa(i)nya guna mengikuti kegiatan tersebut.

“Pemenang lomba akan mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan dan sertifikat ditandatangani lansung oleh Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara,” tandasnya.(*)

Muh Radi: Januari Nanti Belum 100 Persen Belajar di Sekolah

 

  • PBM Tatap Muka di SMAN 2 Baubau akan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Wacana pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka yang dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI nampaknya membuka peluang besar bagi para pelajar untuk kembali menggenjot ilmu pengetahuan dalam mengenyam pendidikan di sekolah.

Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd
Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd

Benar saja, kebijakan baru yang digadang-gadang pelaksanaannya bakal terealisasi pada awal Januari 2021 mendatang, rupanya telah dinanti-nanti oleh sejumlah pelajar, khususnya siswa(i) SMAN 2 Baubau.

Namun harus disadari bersama bahwa kondisi daerah saat ini sedang tidak baik akibat bayang-bayang Covid19. Dimana, dalam situasi rumit ini masyarakat dituntut untuk selalu waspada agar terhindar dari resiko penularan virus mematikan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd mengungkapkan, alternatif yang dilakukan pihak sekolah dalam upaya mengantisipasi resiko penyebaran Covid19 di sekolah nantinya ialah membatasi jumlah siswa yang hadir ke sekolah.

“Pada Januari nanti belum juga 100 persen belajar di sekolah. Kami sudah membicarakan, paling 50 persen secara bergantian,” jelasnya, Minggu (06/12).

“Satu kelas maksimal ada 18 orang, merupakan pembagian jumlah siswa dalam satu rombel biasanya,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Radi, jadwal belajar siswa pun ikut direvisi. Menindaklanjuti instruksi pemerintah tentang protokol kesehatan, siswa hanya diperbolehkan mengikuti proses belajar tatap muka selama satu minggu di sekolah secara bergantian untuk masing-masing angkatan.

“Jadi pertama itu kelas 10 dulu secara keseluruhan mereka belajar selama 1 minggu. Diwaktu yang sama, untuk kelas 11 dan 12 itu tetap belajar online seperti biasa,” tutur Radi

“Nanti minggu berikutnya baru digilir lagi untuk kelas 11, dan minggu berikutnya lagi itu kelas 12. Mereka bergantian seperti itu,” lanjutnya.

Meski terbilang ribet, namun Radi meyakini bahwa metode pembelajaran ini akan berjalan efektif bahkan melebihi indeks pencapaian model pembelajaran online.

Merespek hal itu, pihak sekolah juga akan memperketat pengawasan siswa saat mengikuti PBM di kelas guna mencegah resiko penularan Covid19 di kalangan pelajar.

“Masih lebih bagus dari pada kita belajar online, dan resikonya juga kurang karena anak masuk jam 7 dan pulang jam 11. Selama itu mereka tidak boleh keluar-keluar karena tidak ada jam istirahatnya,” pungkas Radi. (*)

Dukung Wacana PBM Tatap Muka, SMAN 2 Baubau Siap Perketat Protokol Kesehatan di Sekolah

 -Radi: Kalau Ada Siswa dan Guru yang Sakit maka Tidak Boleh Masuk

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Dukung wacana pelaksanaan proses belajar tatap muka di awal tahun 2021, SMAN 2 Baubau siap jalankan protokol kesehatan secara ketat di sekolah.

Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd menegaskan, jika kebijakan belajar tatap muka jadi diterapkan, maka anjuran protokol kesehatan akan ditegakkan secara bijak.

Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd
Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd

Artinya, aturan ini tidak hanya diperuntukan bagi siswa namun juga diprioritaskan bagi guru.

“Setelah pemerintah mengizinkan, alhamdulillah itu juga yang kita inginkan. Tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Radi, Minggu (06/12).

Dikatakannya, saat ini pihak sekolah telah menyiapkan segala sarana dan aspek pendukung pencegahan Covid19 di sekolah. Diantaranya, alat ukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, hand sanitazer, dan iklan pencegahan Covid19 di tiap-tiap kelas.

“Kami sudah siapkan beberapa sarana pencegahan misalnya alat suhu tubuh, tempat cuci tangan di dekat gerbang sekolah dan di setiap kelas, kemudian hand sanitazer di setiap kelas, tisu, dan iklan tentang menjaga jarak aman agar terhindar dari Covid19,” ujar Radi pula.

Mungkin terdengar biasa, sebab mayoritas sekolah pun kini telah mempersiapkan segala fasilitas senada dalam menyambut realisasi penerapan kebijakan belajar tatap muka tersebut.

Namun ada yang menarik, terkhusus pada aturan ukur suhu tubuh, kata Radi, bagi siswa dan guru yang memiliki suhu tubuh diatas 37 maka tidak diperkenankan masuk.

Tak hanya itu, bagi siswa dan guru yang sedang tidak enak badan (sakit) maka dianjurkan untuk mengikuti proses belajar mengajar (PBM) secara online sampai keadaannya membaik (sehat).

“Malah lebih ketat guru, artinya kalau ada guru yang batuk-batuk, sesak nafas atau penyakit apa? itu dilarang masuk, tidak boleh belajar,” terangnya.

“Begitupun dengan siswa, kalau ada yang batuk, demam, sesak nafas atau memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah yah kita istirahatkan, tidak usah dulu ke sekolah,” lanjutnya.


Dengan menerapkan aturan protokol kesehatan secara ketat di sekolah, Radi berharap upaya ini dapat membantu pemerintah dalam rangka memutuskan rantai penularan Covid19 khususnya di kalangan pelajar. (*)

Kepsek Muh Radi: Berdasarkan Survei 99 Persen Siswa SMAN 2 Baubau Inginkan PBM Tatap Muka Di Sekolah

 Peliput: Arianto W

BAUBAU, DURASITIMES.COM- Berdasarkan hasil servei, 99 persen siswa SMAN 2 Baubau lebih menginginkan pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka langsung di sekolah.

Demikian diungkapkan Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd kepada Baubau Post, Minggu (06/12).

Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd

Dikatakan, pada dasarnya metode pembelajaran online yang diterapkan selama awal pandemi Covid19 hingga saat ini berjalan baik, efektif dan efesien.

“Karena pandemi, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bersama dengan kita itu lebih mementingkan kesehatan siswa dari pada belajar. Makanya kita belajar online, dan pembelajaran online di SMAN 2 Baubau berjalan dengan baik walaupun tidak sama dengan kalau kita belajar tatap muka,” terangnya.

Namun, diketahui berdasarkan hasil servei yang dilakukan oleh pihak sekolah pada beberapa pekan lalu, terkuak hampir mayoritas pelajar SMAN 2 Baubau tidak puas mengikuti sistem pembelajaran online meski indeks pencapaiannya terbilang baik.

“Beberapa aplikasi kita gunakan, misalnya vidio, rumah belajar, kemudian WA dan segala macamnya. Tetapi itu membuat siswa tidak puas dengan belajar online seperti itu,” ujar Radi.

Hal ini tentunya menjadi bukti representase keseriusan siswa dalam mengenyam pendidikan. Siswa sadar sepenuhnya bahwa di dalam aspek pendidikan tak hanya dibutuhkan sebuah reverensi.


Namun, di dalam pendidikan juga harus ada peran guru, dimana tujuan utamanya ialah untuk mengajar, mendidik, dan melatih siswa guna menunjang pembentukan karakter pelajar yang baik.

“Kan saya pernah servei bulan delapan lalu, 99 persen siswa menginginkan proses belajar mengajar secara tatap muka langsung dengan gurunya di sekolah,” pungkas Radi. (*)

Kepsek Muh Radi: 99 Persen Siswa SMAN 2 Baubau Inginkan PBM Tatap Muka di Sekolah

 Kepsek Muh Radi: 99 Persen Siswa SMAN 2 Baubau Inginkan PBM Tatap Muka di Sekolah

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Berdasarkan hasil servei, 99 persen siswa SMAN 2 Baubau lebih menginginkan pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka langsung di sekolah.

Kepsek SMAN 2 Baubau Muh Rad
Kepsek SMAN 2 Baubau Muh Rad

Demikian diungkapkan Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd kepada Baubau Post, Minggu (06/12).

Dikatakan, pada dasarnya metode pembelajaran online yang diterapkan selama awal pandemi Covid19 hingga saat ini berjalan baik, efektif dan efesien.

“Karena pandemi, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bersama dengan kita itu lebih mementingkan kesehatan siswa dari pada belajar. Makanya kita belajar online, dan pembelajaran online di SMAN 2 Baubau berjalan dengan baik walaupun tidak sama dengan kalau kita belajar tatap muka,” terangnya.

Namun, diketahui berdasarkan hasil servei yang dilakukan oleh pihak sekolah pada beberapa pekan lalu, terkuak hampir mayoritas pelajar SMAN 2 Baubau tidak puas mengikuti sistem pembelajaran online meski indeks pencapaiannya terbilang baik.

“Beberapa aplikasi kita gunakan, misalnya vidio, rumah belajar, kemudian WA dan segala macamnya. Tetapi itu membuat siswa tidak puas dengan belajar online seperti itu,” ujar Radi.

Hal ini tentunya menjadi bukti representase keseriusan siswa dalam mengenyam pendidikan. Siswa sadar sepenuhnya bahwa di dalam aspek pendidikan tak hanya dibutuhkan sebuah reverensi.

Namun, di dalam pendidikan juga harus ada peran guru, dimana tujuan utamanya ialah untuk mengajar, mendidik, dan melatih siswa guna menunjang pembentukan karakter pelajar yang baik.


“Kan saya pernah servei bulan delapan lalu, 99 persen siswa menginginkan proses belajar mengajar secara tatap muka langsung dengan gurunya di sekolah,” pungkas Radi. (*)

Peduli Sosial, Pramuka Jogugu SMAN 2 Baubau Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Erupsi Gunung Di NTT


Peliput: Arianto W

BAUBAU, DURASITIMES.COM- Organisasi Pramuka Jogugu SMAN 2 Baubau menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 10.500.000 untuk koban bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok Lembata di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bakti Sosial Pramuka Jogugu SMAN 2 Baubau Sulawesi Tenggara Menyerahkan Bantuan untuk Korban Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok Lembata di Nusa Tenggara Timur (NTT), Diterima Lansung Oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, 15 Desember 2020.

Demikian diungkapkan Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd kepada Baubau Post, Rabu (16/12).

Benar saja, bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil dari penggalangan dana yang diinisiasi oleh Organisasi Pramuka Jogugu SMAN 2 Baubau selama tiga hari lamanya, terhitung mulai Jumat sampai Minggu (13/12) lalu.

“Setiap ada kejadian baik itu gempa, banjir, dimanapun selalu mereka berinisiatif untuk mencari dan mengumpulkan dana baik dari masyarakat, teman-teman siswa, maupun guru SMAN 2 Baubau,” jelasnya.

Perlu diketahui, gerakan peduli sosial yang menjadi bagian dari program kerja Pramuka Jojogu tersebut mendapatkan dukungan penuh tak hanya dari keluarga besar SMAN 2 Baubau, namun juga dari Polres dan Tim Satgas Covid19 di Kota Baubau.

“Ada izin dari pembina pramukanya, kemudian dari saya Kepala SMAN 2 Baubau, lalu Polres Baubau dan Tim Satgas Covid19, karena kegiatan ini melibatkan beberapa orang,” ujarnya.

Kendati demikian, mengingat sulitnya akses pengiriman bantuan ke lokasi bencana di NTT, pihaknya menyerahkan donasi tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau pada Rabu (15/12) kemarin.

“Karena kami sulit mengakses atau mengirim uang ke sana yah lebih bagus kalau diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Baubau. Dengan harapan nanti mereka (BPBD-Red) yang akan salurkan ke korban bencana di NTT,” harapnya.

Sehubungan dengan hal itu, Muhammad Radi memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para siswa(i) anggota Pramuka Jogugu SMAN 2 Baubau atas rasa kemanusiaan yang begitu tinggi kepada korban bencana di NTT.

“Saya apresiasi siswa karena rasa kemanusiaanya tinggi sehingga mereka bergerak untuk melakukan kegiatan sosial seperti itu,” pungkasnya. (*)

Kamis, 24 Desember 2020

PEMETAAN GURU SMAN 2 BAUBAU TATAP MUKA DI MASA COVID-19 22 DES 2020

 

PEMETAAN GURU SMAN 2 BAUBAU YANG TIDAK MEMILIKI TRANSPORTASI AMAN,

YANG MEMILIKI COMORBID TIDAK TERKONTROL,

YANG MEMILIKI RIWAYAT PERJALANAN KE ZONA MERAH

UMUM

A.      Data Pendidik dan Tenaga  Kependidikan (PTK) Serta Peserta Didik (PD)

UMUM

A.      Data Pendidik dan Tenaga  Kependidikan (PTK) Serta Peserta Didik (PD)

Text Box:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


B.      Text Box:JARAK RUMAH DENGAN SEKOLAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kurang dari 1 KM   20 %  = 15  Guru
Antara 1 Km dan 2 Km 32 % = 24  Guru

Antara 2 Km dan 3 Km 9,3 % = 8  Guru

Antara 3 Km dan 4 Km 17.3 % = 13 Guru
Diatas 4  Km 21,3 % = 15  Guru

 

 

 

 

 

C.      JENIS TRANSPORTASI YANG DIGUNAKAN KE SEKOLAH

Text Box:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Naik Motor Pribadi  66,7 % = 50 Guru

Naik Mobil  Pribadi  14,7 % = 12  Guru
Diantar oleh Saudara / Keluarga   10,7  % = 8 Guru
Naik Ojek 6,7 % = 5 Guru

Jalan Kaki 1,3 % = 1 Guru

Berdasarkan SK 4 Mentri  maka 5 Guru  SMAN 2 Baubau Sebaiknya Mengajar Belajar PJJ online atau disarankan  tidak hadir pada pembelajaran tatap muka di Sekolah

 

D.      YANG MEMILIKI COMORBID TIDAK TERKONTROL Text Box:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Berdasarkan data diatas 97,3 % guru  tidak memiliki Comorbid =  73 Guru  

 Siswa yang memiliki Comorbit  2,7 % =  2 Guru

Berdasarkan SK 4 Mentri  maka 2   guru  SMAN 2 Baubau Sebaiknya Mengajar PJJ online atau disarankan  tidak hadir pada pembelajaran tatap muka di Sekolah

 

 

 

 

 

 

 

E.       Text Box:MEMILIKI PERJALANAN KE ZONA MERAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100 % guru  SMAN 2 Baubau tidak pernah berkunjung ke Zona Merah atau Kuning

Kesimpulan

Berdasarkan data diatas  5 guru yang tidak memiliki transportasi aman dan 3 guru  memiliki comorbid ( Batuk , filek ) sehingga berjumlah 8  guru  yang disarankan/dilarang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah

 

Text Box: Mengetahui
Pengawas Manajerial
 SMAN 2 Baubau



Drs. YUSMAN LUKMAN, MM.Pd
NIP . 19651231 199101 1 015 Text Box: Baubau, 22 Desember 2021
Kepala SMAN 2 Baubau



MUHAMMAD RADI, S.Pd, MM.Pd
NIP .196412311989011034

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


B.      Text Box:JARAK RUMAH DENGAN SEKOLAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kurang dari 1 KM   20 %  = 15  Guru
Antara 1 Km dan 2 Km 32 % = 24  Guru

Antara 2 Km dan 3 Km 9,3 % = 8  Guru

Antara 3 Km dan 4 Km 17.3 % = 13 Guru
Diatas 4  Km 21,3 % = 15  Guru

 

 

 

 

 

C.      JENIS TRANSPORTASI YANG DIGUNAKAN KE SEKOLAH

Text Box:
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Naik Motor Pribadi  66,7 % = 50 Guru

Naik Mobil  Pribadi  14,7 % = 12  Guru
Diantar oleh Saudara / Keluarga   10,7  % = 8 Guru
Naik Ojek 6,7 % = 5 Guru

Jalan Kaki 1,3 % = 1 Guru

Berdasarkan SK 4 Mentri  maka 5 Guru  SMAN 2 Baubau Sebaiknya Mengajar Belajar PJJ online atau disarankan  tidak hadir pada pembelajaran tatap muka di Sekolah

 

D.      YANG MEMILIKI COMORBID TIDAK TERKONTROL Text Box:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Berdasarkan data diatas 97,3 % guru  tidak memiliki Comorbid =  73 Guru  

 Siswa yang memiliki Comorbit  2,7 % =  2 Guru

Berdasarkan SK 4 Mentri  maka 2   guru  SMAN 2 Baubau Sebaiknya Mengajar PJJ online atau disarankan  tidak hadir pada pembelajaran tatap muka di Sekolah

 

 

 

 

 

 

 

E.       Text Box:MEMILIKI PERJALANAN KE ZONA MERAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100 % guru  SMAN 2 Baubau tidak pernah berkunjung ke Zona Merah atau Kuning

Kesimpulan

Berdasarkan data diatas  5 guru yang tidak memiliki transportasi aman dan 3 guru  memiliki comorbid ( Batuk , filek ) sehingga berjumlah 8  guru  yang disarankan/dilarang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah

 

Text Box: Mengetahui
Pengawas Manajerial
 SMAN 2 Baubau



Drs. YUSMAN LUKMAN, MM.Pd
NIP . 19651231 199101 1 015 Text Box: Baubau, 22 Desember 2021
Kepala SMAN 2 Baubau



MUHAMMAD RADI, S.Pd, MM.Pd
NIP .196412311989011034