Bukit Jambul Bali

Telkomsel Kendari Baubau Rusman dkk.

Lebaran Idul Fitri 2012 di Baubau Sultra

Eureka Try Zaraz Wanty R. Laega, Aal Algebra R Laega, Algibran Zaid R. Laega.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2014

Dihadiri Kadis Dinas Sosial Transmigrasi dan Tenaga Kerja Bapak Drs. H. La ode Zulkifli dan Ibu.

Muhammad Radi, S.Pd, MM.Pd di Seoul Korea Selatan

Program Wali Kota Baubau Drs.Amirul Tamim, M.Si. Belajar Bahasa Korea dan Cia-cia di Seoul Korea Selatan

Serah Terima Jabatan Ka.SMA N 2 Baubau

Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Baubau Drs. H. Masri, M.Pd.Sekretaris, Kabid, Kasi, Kepala SMA/SMK, Korwas dan semua guru SMA N 2 Baubau, Bu Rahama, S.Pd,

Senin, 05 Agustus 2019

SMAN 2 BAUBAU MELAJU KE TINGKAT NASIONAL FLS2N


SMAN 2 Baubau Melaju ke Tingkat Nasional


PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Berkat tekuni photoshop, salah satu siswa SMAN 2 Baubau berhasil meraih juara I lomba desain poster pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Adalah
Wahyu Prasetyo dinyatakan lolos ke tingkat nasional.
Demikian dikatakan Kepala SMAN 2 Baubau, Muhammad Radi SPd MPd melalui koran ini, Minggu (4/8). Ia mengungkapkan, sangat bersyukur anak didiknya (Siswa, red) berhasil meraih juara I lomba cabang desain poster pada FLS2N tingkat SMA, SMK/MA atau sederajat se provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari, Sabtu (3/8).
Dikatakan pula, atas torehan prestasi yang diraih oleh anak didiknya itu, mengaku berterima kasih kepada pembina atau pelatih kepada Ibu Siti Chadijah SPd dan Sarfin Smada SPd. Kata dia, keduanya sudah berusaha secara maksimal melakukan pembimbingan hingga berhasil menjadi juara dan lolos ke tingkat nasional.
“Kita merasa bangga karena siswa kami mampu menjadi yang terbaik dalam lomba desain poster,” kata Radi.
Mereka (Siswa, red) yang berhasil menjadi juara FLS2N tingkat provinsi akan mewakili provinsi ke tingkat nasional pada kegiatan yang sama pada September 2019 di Lampung,”kata Radi.
Wahyu Prasetyo menceritakan kisahnya, awal masuk sekolah di SMAN 2 Baubau sudah mulai tertarik dalam mempelajari aplikasi photoshop. Saat ada lomba tingkat sekolah telah memberanikan diri untuk mendaftar dan akhirnya lolos sebagai juara I, ketingkat Kota Juara I, ketingkat provinsi juara I lagi dan melaju ke tingkat Nasional.
“Semangat dan optimisme saya bangkit berkat bantuan dari para guru pembimbing dan kakak untuk belajar membuat desain poster,” kata Wahyu.
Menurut Wahyu, berkat dukungan yang luar biasalah akhirnya berhasil meraih juara 1 lomba desain poster se Sultra tahun ini. Meskipun begitu, ia menyadari untuk dapat bersaing di tingkat nasional sangat berat. Adapun hasil akhirnya, Ia serahkan semua kepada Tuhan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.
“Untuk selanjutnya di tingkat Nasional Meski tentu berat, saya akan berusaha berbuat dan memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama sultra di tingkat Nasional” janjinya.
Perlu diketahui, lomba lainnya yang diraih siswa SMAN 2 Baubau juara II baca Puisi diraih oleh Nabila Sidratil dan juara II monolog diraih Fahrunnisa ilmi. Sesuai amanat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sultra, siswa yang akan mengikuti FLS2N tingkat nasional di Lampung September mendatang dapat mempersiapkan diri demi memberikan yang terbaik.(m2)

Minggu, 21 Juli 2019

Nafa Juara favorite Putri Remaja Indonesia 2019

Kabarbuton.Com
Inspirasi Nafa, Remaja Cantik dengan Segudang Talenta
Ditulis oleh : redaksi 21 Juli 2019 - 18:32:21 Wita

Inayah Nafa Rahadatul 'Aisyi. FOTO - Istimewa

BAUBAU, Kabarbuton.com - SMA Negeri 2 Baubau hari itu (20/07/2019) tak seperti biasanya. Gegap gempita. Lapangan basket yang saban hari lengang, kini diriuhkan dengan ragam penampilan siswa-siswi baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ada pentas seni di panggung samping lapangan. Silih berganti perwakilan gugus, menampilkan bakat terbaiknya. Guna menghibur khalayak. Guna melatih keberanian dan percaya diri. Dan yang terpenting, guna membuktikan kepada juri dan seluruh warga sekolah, bahwa mereka memiliki minat dan bakat yang siap menjadi juara.

Satu di antara murid-murid berbakat itu adalah� Inayah Nafa Rahadatul 'Aisyi. Ia hadir bukan sebagai peserta, melainkan panitia dari Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Lamun hari itu, namanya terlanjur menjadi buah bibir. Semerbak tidak saja di lini massa, namun juga mengharumkan nama baik sekolah. Ya, Nafa sapaan akrabnya, berhasil menyabet juara favorit Putri Remaja Indonesia 2019 di ibukota.

Ditemui di sela-sela kegiatan, dara cantik kelahiran 16 April 2003, membabar ikhwal perjuangannya menggapai impian. Terutama saat menyabet juara favorite di Pemilihan Putri Remaja Indonesia 2019 yang digelar di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Balairung Soesilo Sudirman, Jakarta.

Sejujurnya, Nafa tak menyangka bisa mendapat juara itu. Melihat saingan yang cantik-cantik dan penuh talenta, membuatnya nyaris putus asa. Dibanding peserta lain, ia memang memiliki postur tubuh yang relatif kecil. Namun, Nafa sadar bahwa ia memiliki pesona lain yang bisa memukau juri. Bukankah kecantikan wanita, tak utuh manakala dilihat dari kemolekan fisik semata? Perlahan, mental percaya dirinya berkobar kembali.

Ajang bergengsi nasional yang mengusung tema, Brain, Beauty,� Behaviour and Inspiring, tentu memiliki banyak kriteria dalam menilai kecantikan wanita. Inilah sebenar-benarnya ajang seorang putri. Sesuai tujuan pemilihan Pageant, akan ditemukan putri-putri terbaik dari masing-masing wakil provinsi. Tak sekadar cantik, pintar, berperilaku baik, para peserta juga harus bisa menginspirasi remaja lainnya. Punya jiwa sosial tinggi, serta peka terhadap lingkungan sekitar. Pada ragam kriteria di atas, Nafa yang berhasil menjadi perwakilan Sulawesi Tenggara, yakin bisa mempersembahkan yang terbaik untuk daerah.

Benar saja, doa dilambari usaha pantang menyerah, acap berjodoh dengan gemilang kesuksesan. Di malam puncak grand final, Nafa dinobatkan sebagai salah satu pemenangnya.

“Saya sempat tidak yakin. Betul yah itu nama provinsi Sulawesi Tenggara yang disebut?" kenangnya. "Sejenak kemudian, barulah saya melangkah maju ke depan untuk menerima penghargaan. Saya juara.”

Putri pasangan Nassarudin dan Fitria, terkenal gigih sejak kanak. Apapun yang dicita-citakan, selalu ia kejar dengan kerja keras dan disiplin yang tinggi. Tak heran seabrek prestasi telah Nafa ukir di usia muda. Mulai dari kejuaran tingkat kota, provinsi, hingga ajang bergengsi nasional. Beberapa di antaranya dua tahun terakhir ini adalah : Juara II Putri Tenun Kategori Remaja tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2018, juara Favorit Putri Citra kategori Remaja Tingkat Provinsi Sultra, Juara I Putri Tenun Kategori Remaja Tingkat Nasional di Kota Batam Kepulauan Riau Tahun 2018, dan baru-baru ini di awal Juli 2019, sebagai Juara Favorite Puteri Remaja Indonesia.

Fashion memang menjadi bidang yang fokus digelutinya. Sejak bersekolah di RA Perwanida, talenta itu telah nampak dan senantiasa diasah lewat kejuaran demi kejuaran. Hingga SMA pun, Nafa tak urung berjarak dari catwalk. Bakat itu terus digembleng, salah satunya melalui kelas QQ Modeling.

Hebat di panggung model, tak lantas menyurutkan prestasi Nafa di bangku sekolah. Ia tetap juara di SMA Negeri 2 Baubau. Guru-guru bahkan kepala sekolah salut dengan prestasi akademisnya.

"Nafa anaknya Ceria. Mudah bergaul dengan siapa saja. Pada guru-guru, ia sopan. Ia juga anak yang cerdas di kelas," ungkap kepala sekolah, Radi Laega.

Tak hanya itu, Nafa juga aktif dalam organisasi intra sekolah (OSIS) dan ekskul Marching Band. Di luar sekolah, selain aktif di kelas model, ia juga penggenggam sabuk merah Taekwondo. Bisa dibayangkan bagaimana kesibukan dara manis penggemar Puteri Indonesia 2019 : Frederika Alexis Cull.

Nafa masih bersemangat siang itu. Di selasar kantor SMA Negeri 2 Baubau, ia menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan senyum sumringah. Sesekali jemari lentik Nafa, menyeka beberapa helai rambut yang jatuh di wajah tirusnya. Ia gadis berparas cantik, ramah, dan murah senyum.�

Di satu pertanyaan, bibir indahnya bergetar. Mata bening itu berkaca-kaca. Ia diam sejenak. Hening. Tak urung menjawab. Namun titis air yang sedari tadi menggelimun di kelopak mata, jatuh menetes di pipi putihnya. Dengan suara terbata-bata, Nafa berusaha tegar menjawab satu pertanyaan yang menyentuh di kedalaman sanubari : siapa orang paling berjasa dalam meraih prestasimu selama ini?

"Ibu," jawabnya singkat. "She is my hero."

Nafa kemudian bercerita tentang bagaimana peran ibu dalam hidupnya. Sejak kehilangan ayah tercinta di usia empat tahun, sang ibu membawa Nafa kecil dari ibu kota kembali ke kampung halaman di kota Baubau. Ia berjuang sendiri. Menjadi segala tumpuan bagi Nafa, anak semata wayangnya. Ia mata air kasih yang tak pernah kering sekaligus tulang punggung keluarga. Tak kenal lelah, ia selalu hadir untuk Nafa. Kapanpun. Dimanapun. Dalam suka ceria, apalagi duka nestapa. Sang ibulah yang menguatkan Nafa di saat rapuh dan jatuh. Ia tak letih-letihnya mendukung segala talenta Nafa. Mulai dari mencarikan sekolah terbaik dan maestro khusus untuk membimbing minat dan bakat anaknya. Ia senantiasa mengantar Nafa dalam mewujudkan cita-cita. Segala hal. Nafa adalah alasan kelelahletihan sang ibu di siang dan malam.

"Ibu adalah segalanya untuk saya. Semoga saya bisa memberikan prestasi terbaik untuknya," ucap Nafa sembari menyeka air mata.

Satu hal lagi yang menjadi pesona kecantikan Nafa : kepekaan sosial. Ada tanggung jawab moral yang merasa diembannya, selepas mengalungi selendang putih Putri Favorit Remaja Indonesia 2019. Ia ingin bersinergi bersama pemerintah guna menjalankan program-program terkait pengembangan potensi remaja di Provinsi Sulawesi Tenggara pada umumnya dan remaja Kota Baubau pada khususnya.

Selain sebagai tanggung jawab, pengabdian Nafa merupakan wujud terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini.

“Dengan memanfaatkan prestasi yang telah saya raih, saya ingin selalu bisa berbagi dengan remaja lainnya. Untuk dapat menginspirasi dan berkolaborasi pada hal-hal positif bagi lingkungan sekitar," tutur Nafa di akhir wawancara.

Jumat, 12 Juli 2019

O2SN Sultra. 4 Siswa SMAN 2 Baubau Melaju Ke tingkat Nasional



SMAN 2 Baubau Raih Empat Medali Emas Lomba O2sn Tingkat Sultra


PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – SMAN 2 Baubau berhasil meraih empat medali emas pada Olimpiade olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sulawesi Tenggara (Sultra) 2019 di Kendari.
Demikian dikatakan kepala SMAN 2 Baubau, Muh Radi melalui koran ini, Sabtu (13/7). Ia mengungkapkan, SMAN 2 Baubau sekolah yang terbanyak memperoleh medali pada O2SN Sultra 2019 dan ada empat siswa yang dinyatakan lolos ke tingkat nasional.
Dikatakan pula, dari empat orang siswa tersebut yang mewakili Sultra di tingkat nasional yakni Faldiansyah cabor bulutangkis, Muhammad Aditya B cabor Karate kata perorangan, Muhammad Maulana Nusuri cabor lompat jauh dan Siti Nabila Risqika lari 100 meter.
“Dan ada juga yang memperoleh medali perak dan perunggu. Jadi alhamdulillah baru tahun ini yang terbanyak lolos ke nasional. Biasanya hanya satu dua orang, tapi tahun ini empat orang,”kata Radi, saat ditemui di ruangannya.
Radi menambahkan, prestasi yang diperoleh siswanya itu tidak terlepas dari bimbingan pelatihnya dari masing-masing cabang olahraga (Cabor). Diantaranya, pak Burhanudin pelatih Karate, pak Nuzuri pelatih lompat jauh dan pelatih bulutangkis di Kota Baubau.
“Mudah-mudahan di nasional bisa menyumbangkan juga emas,”tukasnya.
Ia menjelaskan, adapun dananya di provinsi Sultra semuanya ditanggung oleh Dinas tingkat satu. Mulai dari keberangkatan, sewa hotel dan bantuan sekolah ala kadarnya. Demikian pula ke tingkat nasional didanai oleh pemerintah pusat.
“Mulai dari Hotel, transpor, makanan, penjemputan dan sama semuanya. Tapi adapun demikian SMAN 2 Baubau juga tetap akan memberikan dana kepada mereka (Siswa, red),”bebernya.
Perlu diketahui, selain itu ada juga siswa SMAN 2 Baubau yang meraih juara III pada Cabor Karate kumite yakni Jamal Said Kamal. Sehingga diharapkan ditingkat nasional bisa meraih medali emas O2SN tahun ini.(m2)

SMADA.COM .4 Siswa SMAN 2 Baubau Lolos ke Tingkat Nasional  O2SN ( Olimpiade Olahraga Siswa Nasional)  Mewakili Sultra.
1.Faldiansyah Peraih Medali Emas Bulutangkis
2.Muhammad Aditya B Peraih Medali Emas Karate Kata Perorangan
3.Muhammad Maulana Nusuri Peraih medali Emas Lompat Jauh
4. Siti Nabila Risqika Peraih Medalu Emas Lari 100 meter
#sman2baubaukeren
#sman2baubaucerdas
#baubaukeren
#sultrahitz
@direktorat.psma
14 Juli 2019

Selasa, 18 Juni 2019

SMA ZONASI SMAN 2 BAUBAU

SMA ZONASI adalah SMA yang  memenuhi SNP dan melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah(MBS), mengembangkan praktik baik dalam peningkatan mutu berkelanjutan,  melakukan inovasi dan Berprestasi baik akademik maupun non Akademik, serta melaksanakan prigram kebijakan pendidikan yang layak di imbaskan ke SMA lain di Zonanya

Kriteria SMA ZONASI
UMUM
1.SMA negeri atau swasta Terakreditasi A
2. Memiliki prajtik Praktikum baik dan Inovasi pendidikan yang layak di imbaskan ke SMAN lain di Zonanya.
3.Memiliki prestasi Akademik dan non Akademik
3.Mampu dan bersedia memberikan pengimbasan kebijakan baru, Praktik praktik baik dan inovasi pendidikan dalam pembelajaran dan penilaian yang diimbaskan ke SMA lain di Zonanya

Jumat, 03 Mei 2019

Hardiknas di SMAN 2 Baubau

Terasa Lokal, Dua Guru Dapat Penghargaan Saat Peringati Hardiknas 2019 di SMAN 2 Baubau
3 Mei 2019 0 142  baca 1 menit
 Kepala SMAN 2 Baubau, Muhammad Radi memberikan penghargaan pada guru yang berprestasi
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMAN 2 Baubau dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para guru. Menarikinya, pada Hardiknas 2019 ini, sekolah menengah yang dipimpin Muhammad Radi itu siswa dan guru diwajibkan mengenakan pakaian khas Buton sebagai penghargaan terhadap budaya lokal.

LAPORAN: ASMAR— BAUBAU

HARI itu waktu menunjukan pukul 07.15 Wita, seluruh siswa dan guru mulai berjejer rapi. Berkumpul di halaman sekolah untuk melaksanakan upacara peringatan Hardiknas yang jatuh pada 2 Mei 2019. Dengan mengenakan pakaian khas Buton para guru dan siswa nampak indah dan berwarnah.

Pakaian khas Buton itu, bagi siswa laki-laki menggunakan kampurui, sarung Buton, baju putih, celana abu-abu dan bagi siswi perempuan memakai selempang. Sedangkan guru menggunakan kampurui, kain Buton dan menggunakan kebaya bagi ibu guru.


Memang pelaksanaan Haridiknas di salah satu SMA favorid di Kota Baubua tidak dadakan, tapi melalui persiapan yang matang. Sebelum hari pelaksanaannya, siswa maupun guru telah mengadakan gladi untuk persiapannya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa dan guru begitu antusias mengikutinya.

Menariknya lagi Hardiknas 2019 ini dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada dua orang guru SMAN 2 Baubau, yakni Mahyudin MPd dan Sarsina SPd MPd. Mahyudin MPd, diberi penghargaan karena senantiasa bekerja dalam pengolaan data pokok pendidikan (Dapodik) dan kenaikan pangkat guru.

“Dia (Mahyudin) selama ini tidak ada capek-capeknya, mengeluhnya dia mengurus terus-menerus. Sehingga guru di SMAN 2 Baubau alhmadulillah pangkatnya semua lancar. Kemudian sertifikasinya melalui Dapodik semua lancar tiada kendala apapun, makanya kita berikan kepadanya penghargaan tadi,” kata Kepala SMAN 2 Baubau, Muhammad Radi, pada koran ini.

Penghargaan itu juga diberikan kepada Wa Ode Sarsina SPd MPd, guru SMAN 2 Baubau atas dedikasinya dalam mengurus siswa, sekolah sebagai sahabat keluarga. Termasuk mengurus siswa mengenai pemberian penghargaan kepada siswa yang dinilai berprestasi selama ini . Sehingga sekolah memberikan penghargaan kepada dua orang guru.

Waktu terus berputar dari detik berganti menit dan menit berganti jam. Disaat itu pula, matahari mulai memancarkan sinarnya dan disertai angin kecil berhembus dengan mesra. Kegiatan upacara peringatan Hardiknas dirangkaikan dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, wajib belajar dari siswa sebagai motivasi.

“Pada dasarnya kalau kita ambil hikmahnya itu, yang pertama supaya kita mengingat bahwa pendidikan itu sangat penting,” ujar Muhammad Radi.

Disisi lain siswa sebagai generasi muda di era milenial, bahwa pendidikan sangatlah penting bagi anak bangsa untuk masa depannya. Baik itu pendidikan formal maupun pendidikan non formal dua-duanya sangatlah penting. Artinya melalui pendidikan dapat membuat orang semakin sukses, berkarakter dan bermartabat.

Adapun menggunakan pakaian adat Buton dalam peringatan Hardiknas tahun ini, yakni sebagai bentuk kecintaan guru dan siswa terhadap daerah. Dengan kecintaan itu, semakin melekat di hati para guru dan siswa dan juga kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Harapan saya sebagai kepala sekolah, mudah-mudahan anak-anak saya di SMAN 2 Baubau ini semakin kuat karakternya, semakin bagus akhlak muliahnya. Sehingga kedepan mereka menjadi pemimpin yang punya karakter kuat dan punya akhlak yang bagus,” tutup Radi.

Pukul 08.20 Wita guru dan siswa membubarkan diri menandakan peringatan Hardiknas telah selesai. **

 TopikHARDIKNAS sman 2 baubau
La Ode Mustari Pj Sekda Sultra
Kelelahan, Ketua PPK Wolio Pingsan
Berita Terkait

 3 Mei 2019 158
Jelang Ramadan, Harga Telur di Baubau Mulai Merangkak Naik

 3 Mei 2019 192
Dua Parpol di Buton Tak Lapor LPPDK, Calegnya Yang Terpilih Tak Bisa Ditetapkan

 3 Mei 2019 135
Tak Ingin Ada Kegaduhan di Baubau Pasca Pemilu, AS Tamrin Ajak Jaga Suasana Damai

 3 Mei 2019 131
April 2019 Kota Baubau Alami Deflasi 0,28 Persen
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



Nama *

Email *

Situs Web

 Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel.

 Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.





Populer Mingguan

Pendatang Baru “Kuasai” Parlemen Konkep
 30 April 2019

Gubernur Ali Mazi Warning Bupati Buton, Pindahkan Kadis yang Tinggal di Luar Buton
 3 Mei 2019

Honor KPPS di Bombana Disunat Hingga 30 Persen
 29 April 2019

PDIP Masih Rahasiakan Calon Ketua DPRD Buteng
 2 Mei 2019

Rusman Emba Tantang Rajiun Bertarung di Pilkada Muna
 29 April 2019
Ilustrasi palu hakim (Dok.JawaPos.com)
Kepala dan Bendahara SMA 5 Baubau Dipidana Satu Tahun
 27 April 2019

Bawaslu Baubau Murka Ditolak Ikuti Penghitungan Suara
 29 April 2019
Irwansyah Amunu
Umrah Backpaker Plus, Dulu Penjual Pisang Goreng, Kini Keliling Dunia (23)
 28 April 2019

KPUD Batalkan PSU di Wakadau, Calon Incumbent Melawan
 1 Mei 2019

Penetapan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Tunggu Batas Akhir Pendaftaran PHPU di MK
 30 April 2019
PT. RADAR BUTON © 2019, Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Alamat: Jln. Dayanu Ikhsanuddin, Kota Baubau

Email:office@publiksatu.com, Telp:0402-2826686, HP:08114007434

ProfilRedaksiIklanMedia SiberPeta Situs
Facebook
Twitter
Google+

Rabu, 10 April 2019

Pelepasan Siswa SMAN 2 baubau Tahun 2019

Pemkot.

“Wawali Ahmad Monianse Minta lulusan SMA2 Baubau, cerdas, berbudaya dan berkualitas”

Pelepasan Siswa SMA Negeri 2  Baubau tahun pelajaran 2018/2019 pada Rabu siang, 10 April 2019 menjadi lebih special dengan kelulusan mereka dihadiri Wakil Wali (Wawali) Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse. Dikesempatan itu, Wawali Ahmad Monianse banyak memberi dorongan bagi siswa yang lulus.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, Drs. Sadarman, M.Si merilis pengarahan Wawali dengan meminta lulusan untuk menjadi generasi yang cerdas, berbudaya, berkualitas dan bermartabat.

“Prestasi yg diraih hari ini merupakan kerja keras , terdapat pengorbanan baik biaya, waktu dan pikiran yg memberikan keberhasilan, karenanya titi karir dan masa depan yang lebih baik, yang berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk itu teruslah berjuang menimba ilmu ketika diperguruan tinggi. Kita mengingikan generasi kota baubau yang berkualitas,berdaya saing serta menguasai ilmu pengetahuan sehingga kedepannya Kota Baubau menjadi kota yang memiliki basis generasi muda yang berkualitas. Sebab secara empiris, perlengkapan dunia yang telah maju banyak ditopang oleh SDM  yang berkualitas dan bermartabat.

Moniansepun meminta agar alumni ini dapat dibanggakan yang mampu mensinergiskan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. “Karena kecerdasan intelektual tidak bisa disematkan sebagai media untuk maju. Kecerdasan intelektual harus seiya sekata dengan kecerdasan spiritual. Sehingga apapun yang menjadi keputusan otak, diamini oleh kesucian hati sebagai personifikasi sifat sifat pencipta alam,” imbuhnya.

Sebelumnya Kepala sekolah SMAN 2 Baubau, Muh Radi, S.Pd., M.Pd melaporkan ke Wawali berkait sejumlah kegiatan ekstrakorikuler yang dipersiapkan untuk kebutuhan pemerintahan di daerah. seperti, seni tari, olah raga, seni. “Semisal Pemkot membutuhkan penari, pemain marching band atau apa saja di bidang seni dan olahraga SMAN 2 Baubau sangat mendukung acara yang dilaksanakan oleh pemkot baubau. Kami sudah siap, penari ada 500 orang, ada club seniman suara yang jumlahnya 44 orang, jadi kita siap semua,” kata Muh Radi.

SMA Negeri 2 Baubau sendiri memiliki Motto ‘Cerdas’ akronim dari kata Cakap, Excellent, Religius, Dinamis, Aktif dan Sportif. (**)

Selasa, 19 Maret 2019

Profile Sekolah SMA Negeri 2 Baubau 2019