PPDB tahun ini dilaksanakan selama 10 hari yakni 20-30 Juni. Oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tahun SMAN 1 Baubau diberi kuota sebanyak 432 orang disebar secara merata di 12 kelas X atau dengan kata lain masing-masing kelas berisi 36 siswa.
“Saya lihat pendaftar ini membludak. Baru hari tiga hari dibuka sudah ada 527 orang yang mendaftar artinya sudah melewati kuota yang diberikan Dinas Pendidikan provinsi,” kata Kepala SMAN 1 Baubau, Muhammad Radi dikonfirmasi di kantornya, Kamis (23/6).
PPDB 2022, ujar dia, calon siswa baru memiliki empat jalur pilihan yakni zonasi, prestasi akademik dan non-akademik, afirmasi, dan pindah orang tua. Para pendaftar tinggal memilih salah satu dari empat jalur tersebut.
Untuk jalur zonasi, kata dia, kelulusannya ditentukan berdasarkan jarak paling dekat antara alamat calon siswa baru dengan sekolah. Di mana SMAN 1 Baubau meliputi Kecamatan Wolio, sebagian kelurahan di Kecamatan Murhum, dan Kecamatan Kokalukuna.
“Kalau mendaftar lewat jalur prestasi akademik itu dilihat siapa yang punya nilai tertinggi berdasarkan rapor SMP-nya semester I sampai V. Sedangkan jalur prestasi non akademik ini adalah calon siswa yang sertifikat juara mulai dari nasional, provinsi dan seterusnya,” katanya.
Sementara afirmasi, ujar dia, merupakan jalur pendaftaran yang diprioritaskan bagi calon siswa kurang mampu. Calon siswa baru paling besar peluangnya jika memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Kemudian jalur pindah orang tua itu misalnya ada pejabat dari luar daerah dimutasi di Baubau, anaknya didaftarkan di sini. Kuota jalur pindah orang tua untuk kita di SMAN 1 Baubau ini 20 orang,” kata mantan Kepala SMAN 2 Baubau ini.
Ia mengatakan, PPDB ini, calon siswa-siswi melakukan pendaftaran secara online dan membawa berkas yang telah diunggah ke sekolah untuk diverifikasi. Selanjutnya hasil seleksi ditentukan oleh sistem yang ada di Kota Kendari.
“Meskipun kuota 432 orang, tapi yang kami umumkan diterima nanti itu 423 orang. Kita kurangi kuota itu karena ada sembilan siswa X yang tidak naik kelas XI. Sembilan siswa tidak naik kelas ini punya hak kursi yang tidak bisa kita ganggu,” katanya.
Lebih jauh, ujar Radi, saat ini jumlah SMAN 1 Baubau tercatat sebanyak 905 orang. Jumlah siswa itu di luar siswa yang telah lulus baru-baru ini dan calon siswa baru yang akan diterima tahun ini.
“Jumlah pendaftar tahun ini ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu itu kisaran 500 orang. Sementara tahun ini masa pendaftaran masih ada beberapa hari saja sudah 527 orang. Mudah-mudahan siswa masa pendaftaran tidak bertambah terlalu banyak agar tidak terlalu banyak yang tidak lulus,” katanya.(exa)








0 komentar:
Posting Komentar