Sabtu, 01 Desember 2012

Buku Memori SMAN 1 Baubau 2010

Download Buku Memori SMAN 1 Baubau 


Riwayat Singkat SMA Negeri 1 Bau-Bau
Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Kota Bau-Bau sebagai ibu kota Kabupaten Buton dan pusat Kesultanan Buton di era tahun 50-an sangat mempengaruhi ketersediaan sarana atau prasarana kebutuhan primer masyarakat, salah satu diantaranya adalah kebutuhan di bidang pendidikan ( sekolah ). Sampai dengan tahun 1956 sekolah yang ada di kota Bau-Bau untuk tingkat tertinggi baru SLTP. Desakan kebutuhan tamatan SLTP tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke tingkatan yang lebih tinggi merupakan sebuah tantangan yang harus segera di jawab oleh masyarakat dan pemerintah.
Atas komitmen bersama antara pemerintah di kala itu masih di pimpin oleh Sri Sultan dan masyarakat, maka dibukalah sebuah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas diberi nama SMA Wolio, dibuatlah sebuah bangunan untuk tempat berlangsungnya PBM dan bangunan tersebut selesai serta peletakan batu terakhirnya dilakukan sendiri oleh Sri Sultan Buton di tahun 1957.
Sekolah ini awalnya berstatus swasta, nanti kemudian pada tahun 1959 berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan R.I. No. 27/SK/B.III, tanggal 11-6-1959, terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1959 menjadi SMA Negeri dengan nama SMA Negeri ABC Wolio, Bau-Bau.
Sehingga sekolah ini merupakan SMA Negeri yang pertama di Sulawesi Tenggara dan ternyata merupakan SMA Negeri ke-155 untuk Indonesia. Dalam perjalanan panjangnya, sekolah ini telah banyak mengalami pergantian pimpinan ( Kepala Sekolah ) dan sampai saat ini telah berjumlah 10 orang. Kesepuluh Kepala Sekolah tersebut adalah:
NAMA
PERIODE TUGAS
1.       A. WOTULO
1959 s.d. 1961
2.       WISNU SUSANTO
1961 s.d. 1962
3.       J. LIKLIKWATIL
1962 s.d. 1963
4.       H. RAUF, B.A.
1963 s.d. 1969
5.       SRI MULYATNO
1969 s.d. 1970
6.       H. HIDI, BA.
1970 s.d. 1982
7.       H. MISBAH, BA.
1982 s.d. 1988
8.       Hj. HINDONG ISMAIL, BA.
1988 s.d. 1994
9.       Drs. MUSA AWI, BA.
1994 s.d. 1999
10.   Drs. H. LA ODE ZULKIFLI.
2000 s.d. Sekarang

Demikian pula sarana prasarana yang dimiliki, disamping bertambah jumlahnya juga terjadi peningkatan kualitas, dengan merenovasi bangunan gedung yang sudah tidak layak dipakai dan puncak renovasi tersebut terjadi pada tahun 2005 yaitu pembongkaran atau penggantian bangunan yang dibangun tahun 1957 dengan bangunan berlantai 2 seperti adanya sekarang.
Disamping itu juga terus dibangun ruangan-ruangan penunjang seperti laboratorium IPA, bahasa dan komputer serta sarana ibadah dengan hadirnya ruangan-ruangan penunjang tersebut yang dilengkapi dengan alat-alat dan bahan praktek, maka ikut pula menambah pola pendekatan PBM yang dilaksanakan oleh para guru.
Jika tadinya Proses Belajar Mengajar (PBM) hanya dilaksanakan secara manual, dengan pendekatan metode ceramah yang dominan, sekarang sbagian besar guru telah menggunakan Laptop, Infokus dalam melaksanakan PBM.

1 komentar:

  1. Maju terus SMA-ku, saya alumnimu, berjuan terus jangan kalah dengan sma di pulau jawa, berkompetisilah hingga meraih juara sampai tingkat internasiona

    BalasHapus